News

Topan Super Ragasa Ancam China, Hong Kong Naikkan Peringatan ke Level 8!

×

Topan Super Ragasa Ancam China, Hong Kong Naikkan Peringatan ke Level 8!

Share this article
Topan Super Ragasa Ancam China, Hong Kong Naikkan Peringatan ke Level 8
Topan Super Ragasa Ancam China, Hong Kong Naikkan Peringatan ke Level 8

Pantaunews.co.id, 24 September 2025 – Topan Super Ragasa, badai tropis terkuat tahun 2025, mengancam China selatan setelah menerjang Filipina dan Taiwan. Dengan angin 215-295 km/jam, topan ini tewaskan 3 orang di Filipina dan picu evakuasi massal.

Oleh karena itu, China dan Hong Kong aktifkan protokol darurat untuk kurangi korban dan kerusakan. Selain itu, pemanasan global di perkirakan perkuat badai ini. Mari kita bahas kronologi dan dampak terbaru Topan Ragasa.

Topan Super Ragasa Ancam China, Hong Kong Naikkan Peringatan ke Level 8
Topan Super Ragasa Ancam China, Hong Kong Naikkan Peringatan ke Level 8
Baca Juga

Janitor AI Viral di Indonesia: Chatbot 18+ Bikin Geger!

Topan Ragasa, di kenal sebagai Typhoon Nando di Filipina, terbentuk akhir pekan lalu dan jadi super typhoon pada 22 September 2025. Pertama-tama, badai menghantam Filipina utara, khususnya Cagayan, dengan angin 205 km/jam, ganggu sekolah dan bandara.

Di Filipina, Topan Ragasa tewaskan 3 orang, lukai puluhan, dan sebabkan banjir bandang di Cagayan. Pemerintah evakuasi ribuan warga sejak 21 September 2025. Selain itu, ini topan ke-14 tahun ini, tandai musim badai intens. Di Taiwan, evakuasi di lakukan di wilayah selatan, dengan banyak korban dari badai sebelumnya.

Baca Juga

Tinggalkan Indonesia, Jennifer Coppen Susul Justin Hubner ke Belanda!

Hong Kong naikkan peringatan ke Level 8 dari 10, artinya angin hingga 118 km/jam diantisipasi. Topan akan dekat Muara Sungai Mutiara pada 24 September pagi. Selanjutnya, di China daratan, sekolah dan bisnis di 10 kota, termasuk Shenzhen, tutup, dengan 400.000 orang dievakuasi. Peringatan banjir dan ombak tinggi di keluarkan untuk pesisir Guangdong.

Topan Super Ragasa tinggalkan kerusakan di Filipina dan Taiwan, kini ancam China dan Hong Kong. Meskipun demikian, evakuasi massal dan peringatan dini di harapkan kurangi korban. Oleh karena itu, pantau update cuaca setempat untuk keselamatan. Di era cuaca ekstrem 2025, kesiapsiagaan adalah kunci.

Baca Juga : Eredivisie: PSV Eindhoven vs Ajax Amsterdam Berakhir Imbang 2-2, Duel Sengit!