Pantaunews.co.id, Jakarta, 30 November 2025 – Ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketangguhan di tengah gejolak global. Oleh karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) laporkan pertumbuhan 5,04% (y-on-y) pada Triwulan III-2025, melampaui proyeksi IMF 4,8%.
Pertama-tama, PDB capai Rp5.947 triliun harga berlaku, naik dari Rp5.665,9 triliun Triwulan I. Akibatnya, pertumbuhan ini lebih tinggi dari Triwulan II 5,12%, tapi stabil di atas rata-rata ASEAN.

Baca Juga
Madura United FC 2025/2026: Profil Klub, Sejarah, dan Target Juara Liga 1
Selanjutnya, konsumsi rumah tangga jadi pendorong utama 4,92% (y-on-y). Dengan demikian, andil 54,6% terhadap PDB. Sementara itu, investasi tumbuh 5,12%, didukung infrastruktur dan manufaktur. Karena itu, ekspor barang & jasa naik 5,86%, meski impor domestik melambat 1,2% akibat pelemahan rupiah.
Kedua, sektor pengolahan 6,3% dan perdagangan 5,8% jadi motor. Oleh sebab itu, pertanian 3,2% pulih pasca-musim kemarau. Selain itu, jasa keuangan & asuransi 7,1% kuat berkat digitalisasi. Berikutnya, BPS tekankan belanja pemerintah Rp10,8 triliun stimulus Triwulan III dongkrak daya beli.
Baca Juga
Harga CPO Sawit Naik Tipis November 2025!
Di sisi lain, tantangan tetap ada. Akibatnya, inflasi 2,8% terkendali, tapi ketidakpastian Trump 2.0 tekan ekspor. Sementara itu, Menkeu Purbaya optimis Kuartal IV pulih 5,2% via akselerasi APBN. Dengan kata lain, BRICS & OECD aksesi perkuat posisi global.
Selanjutnya, proyeksi akhir tahun 5,1%. Oleh sebab itu, reformasi struktural cegah stagnasi 5%. Akibatnya, konsumsi rumah tangga lemah tapi investasi swasta naik 6%.
Akhirnya, 5,04% bukti soliditas. Dengan demikian, Indonesia tetap motor ASEAN. Pantau BPS untuk update!
Baca Juga: PPP Islah Dramatis: Mardiono Ketum Resmi, Suparmanto Mundur Demi Persatuan!











