Pantaunews.co.id, Jakarta, 29 November 2025 – Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami kenaikan tipis di bulan November 2025. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi CPO sebesar USD 963,75 per MT, naik USD 0,14 dari Oktober.
Pertama-tama, kenaikan ini didorong permintaan Malaysia yang menerapkan B50 biodiesel. Akibatnya, ekspor Indonesia berpotensi naik 5-7% akhir tahun.

Baca Juga
DJP Ingatkan Industri Sawit: Penuhi Pajak, Cegah Curang Under-Invoicing!
Selanjutnya, di bursa Malaysia Derivatives Exchange (MDEX), harga CPO kontrak Desember naik ke RM 4.050 per ton pada 27 November. Dengan demikian, naik 0,80% dari hari sebelumnya. Sementara itu, Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) catat harga CPO IDR 14.035 per kg. Karena itu, KPB Nusantara lapor harga delivered IDR 14.200 per kg.
Kedua, proyeksi harga CPO paruh kedua 2025 stabil di kisaran RM 4.000-4.300 per ton. Oleh sebab itu, faktor momentum ekspor dan efisiensi biaya jadi penopang. Selain itu, produksi CPO September 2025 capai 3.932 ribu ton, turun 22% dari Agustus tapi YoY naik 11%. Berikutnya, ekspor turun 33% menjadi 2.200 ribu ton, stok akhir naik ke 2.592 ribu ton.
Baca Juga
Klasemen Atletico Madrid 2025/2026, Simak Posisi 4 LaLiga & Analisis Lengkap!
Di sisi lain, harga CPO di Eropa cif Rotterdam stabil US$ 1.015 per ton. Akibatnya, permintaan biofuel B40 di Indonesia dorong harga domestik. Sementara itu, kenaikan soybean oil di CBOT tak terlalu pengaruhi CPO. Dengan kata lain, analis prediksi harga bertahan meski produksi meningkat.
Selanjutnya, GAPKI ingatkan petani patuhi pajak untuk dukung APBN. Oleh sebab itu, DJP sosialisasi cegah under-invoicing. Akibatnya, nilai ekspor Januari-September capai US$ 27,3 miliar, naik 39% YoY.
Akhirnya, harga CPO positif tutup tahun. Dengan demikian, industri sawit tetap penopang ekonomi. Pantau bursa untuk update harian!
Baca Juga: HONOR 400 Series Turun: Snapdragon 8 Gen 3, 200MP, 6 Tahun Update!











