Pantaunews.co.id, Jakarta, 8 November 2025 – Tragedi ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, terus menjadi perhatian nasional. Lebih lanjut, insiden pada Jumat (7/11) siang saat salat Jumat di masjid sekolah menewaskan nol jiwa, namun melukai puluhan siswa.
Bahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan polisi telah mengamankan terduga pelaku utama, namun jumlah pasti pelaku masih didalami. Sementara itu motif diduga terkait perundungan (bullying).

Baca Juga
BPJS Hapus Tunggakan Rp20 T: Gratis untuk Rakyat Miskin!
Pertanyaannya, bagaimana kejadiannya? Jawabannya dimulai pukul 12.30 WIB dengan ledakan pertama di masjid, diikuti ledakan kedua di belakang kantin. Mari kita bahas satu per satu:
Kedua, pelaku berinisial MNFH alias F (17 tahun, kelas 11), siswa pendiam yang suka koleksi gambar berdarah. Selanjutnya ia diduga korban bullying kronis. Dengan demikian aksi ini mungkin balas dendam. Selain itu, F kini dirawat karena luka ledakan sendiri.
Baca Juga
Susunan Pemain Real Madrid vs Barcelona: El Clasico Penuh Bintang
Sehingga, korban dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih, RS Pertamina, RS Yarsi. Terakhir, per Sabtu dini hari, tersisa 14 pasien rawat inap. Padahal, trauma psikologis jadi fokus utama.
Secara keseluruhan, Presiden Prabowo perintahkan evaluasi keamanan sekolah nasional. Namun Wamenko Polkam tegaskan ini bukan terorisme, melainkan insiden internal. Walaupun pelaku utama diamankan, namun polisi dalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Tingkatkan konseling anti-bullying. Kemudian patroli polisi di sekolah. Selanjutnya, kampanye kesadaran. Terakhir, libatkan psikolog sekolah.











