Pantaunews.co.id, 10 November 2025 – Dexamethasone, obat steroid glukokortikoid yang populer sejak pandemi COVID-19, kembali jadi sorotan karena efektivitasnya mengatasi peradangan parah. Obat ini bekerja dengan menekan respons imun berlebih, mengurangi pembengkakan, dan meredakan gejala alergi.
Tersedia dalam bentuk tablet, injeksi, atau sirup, dexamethasone sering diresepkan dokter untuk kondisi kronis. Namun, obat ini bukan “obat dewa” tanpa risiko. Pemakaian harus di bawah pengawasan medis untuk hindari efek samping serius. Yuk simak manfaat dan risikonya secara lengkap!

Baca Juga
Panas Berlebih pada Tubuh, Ini Penyebabnya!
Manfaat utama dexamethasone sangat beragam. Obat ini efektif mengatasi peradangan seperti radang sendi (artritis), lupus, atau multiple sclerosis akut. Untuk reaksi alergi, dexamethasone meredakan gatal, bengkak, atau syok anafilaksis.
Pada kasus edema serebral, obat ini mengurangi pembengkakan otak akibat trauma atau tumor. Bagi pasien kanker, dexamethasone cegah mual muntah akibat kemoterapi. Selain itu, obat ini digunakan untuk gangguan imun seperti autoimun, asma berat, atau pencegahan komplikasi COVID-19 parah.
Baca Juga
Dedi Mulyadi Keluarkan SE Larangan Hukuman Fisik di Sekolah Jawa Barat
Pro Tip: Dosis awal dewasa 0,5-9 mg/hari, dibagi 3-4 kali. Anak: 0,02-0,3 mg/kgBB/hari. Selalu konsultasi dokter!
Efek samping dexamethasone wajib diwaspadai. Efek ringan yang umum meliputi mual, muntah, sakit perut, insomnia, atau peningkatan nafsu makan. Namun, penggunaan jangka panjang bisa sebabkan efek serius seperti penurunan imun (mudah infeksi), osteoporosis, hipertensi, diabetes, atau katarak. Pada anak dan ibu hamil, risiko lebih tinggi seperti pertumbuhan lambat atau bahaya pada janin (kategori C/D).
Singkatnya, dexamethasone ampuh tapi berisiko. Jangan self-medicate konsultasi dokter untuk dosis tepat dan pantau efek samping. Simpan di suhu ruang, jauh dari anak-anak.
Baca Juga: Susunan Pemain Real Madrid vs Barcelona: El Clasico Penuh Bintang











