Pantaunews.co.id, Jakarta, 29 November 2025 – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya raih kesepakatan islah pasca-Muktamar X yang penuh kontroversi. Oleh karena itu, Muhammad Mardiono resmi jadi Ketua Umum periode 2025-2030, sementara Agus Suparmanto mundur dari klaim aklamasinya.
Pertama-tama, kesepakatan ini diraih Jumat malam (3/10/2025) usai mediasi intensif. Akibatnya, Taj Yasin Maimoen ditunjuk Sekretaris Jenderal, tuntaskan dualisme kepemimpinan.

Baca Juga
Ferry Irwandi Bongkar Dalang Demo Rusuh Bubarkan DPR Lewat Medsos
Selanjutnya, Muktamar X di Mercure Hotel Ancol, Jakarta Utara, pada 27 September 2025 berlangsung ricuh. Dengan demikian, dua kubu muncul: Mardiono aklamasi Ketum, Suparmanto klaim tunggal setelah Mardiono tinggalkan arena.
Kedua, Suparmanto dan Yasin terima keputusan demi persatuan. Oleh sebab itu, Usman Tokan sebut “orang baik” (diduga Sufmi Dasco Ahmad) jadi pialang damai. Selain itu, Romahurmuziy (Romy) kubu oposisi tolak putusan awal, tapi kini dukung islah. Berikutnya, Mardiono janji solidkan PPP untuk Pilkada 2026 dan Pileg 2029.
Baca Juga
NasDem Copot Ahmad Sahroni & Nafa Urbach dari DPR RI, Respons Pernyataan Kontroversial
Di sisi lain, islah ini selamatkan PPP dari ambang batas parlemen 4%. Akibatnya, MK tolak gugatan PPP di Papua Tengah. Sementara itu, Jokowi pilih PSI bukan PPP, tapi Mardiono optimis dengan Andi Amran Sulaiman dan Sandiaga Uno sebagai aset. Dengan kata lain, muktamar Agustus 2025 pilih Ketum baru.
Selanjutnya, PPP gelar mukernas kubu Romy untuk tutup konflik. Oleh sebab itu, Rusli Effendi kritik Romy, tapi fokus besarkan partai. Akibatnya, PPP target 10% suara nasional. Berikutnya, latih kepemimpinan kader dasar di Jabar panaskan mesin Pilkada.
Akhirnya, islah ini bukti PPP matang. Dengan demikian, Ka’bah lambang kembali bersinar. Terapkan semangat persatuan, PPP siap menang besar!
Baca Juga: Klasemen Liga 1 & Super League 2025/2026: Persija Puncak, Persib Nempel!











