News

Kebakaran Dahsyat Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas, Dugaan Korsleting Baterai Drone

×

Kebakaran Dahsyat Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas, Dugaan Korsleting Baterai Drone

Share this article
Kebakaran Dahsyat Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas, Dugaan Korsleting Baterai Drone
Kebakaran Dahsyat Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas, Dugaan Korsleting Baterai Drone

Pantaunews.co.id, Jakarta, 10 Desember 2025 – Tragedi mengerikan menimpa PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat. Oleh karena itu, kebakaran hebat yang melanda gedung enam lantai tersebut pada Selasa (9/12/2025) siang menewaskan 22 karyawan.

Pertama-tama, api diduga berawal dari malfungsi baterai drone di lantai 3, merambat cepat ke lantai atas. Selanjutnya, proses evakuasi sulit karena asap pekat dan terbatasnya akses tangga darurat.

Kebakaran Dahsyat Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas, Dugaan Korsleting Baterai Drone
Kebakaran Dahsyat Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas, Dugaan Korsleting Baterai Drone
Baca Juga

Kalender Libur Nasional 2026 Resmi Diumumkan, 25 Hari Tanggal Merah!

Kemudian, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengonfirmasi korban tewas bertambah menjadi 22 orang pukul 17.00 WIB. Dengan begitu, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki, semuanya karyawan Terra Drone.

Akibatnya, 54 orang lainnya berhasil dievakuasi selamat melalui atap gedung, meski mengalami asap kehitaman dan luka ringan. Selain itu, petugas Damkar DKI Jakarta dikerahkan 29 unit mobil dan 101 personel, memadamkan api hingga pukul 17.30 WIB.

Baca Juga

El Derbi Madrileño: Statistik Atlético Madrid vs Real Madrid, Siapa Unggul?

Selanjutnya, Kepala Dinas Damkar DKI Bayu Megantara menduga penyebab utama adalah korsleting baterai litium drone selama proses servis. Sebaliknya, gedung yang berfungsi sebagai kantor dan pusat perbaikan drone ini tidak memiliki sistem pemadam otomatis memadai. Meski begitu, estimasi kerugian mencapai Rp2 miliar, termasuk rusaknya puluhan drone bernilai tinggi.

Kemudian, Gubernur DKI Pramono Anung menyampaikan duka mendalam dan menjanjikan investigasi ketat. Selain itu, korban dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi dan perawatan. Akhirnya, warga sekitar Kemayoran diimbau tetap waspada, sementara polisi periksa 8 saksi dan pemilik gedung. Tragedi ini jadi pengingat pentingnya standar keselamatan bangunan komersial.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini: Potensi Hujan Ringan Siang Hingga Sore