Pantaunews.co.id, Jakarta, 9 Desember 2025 – Menjelang Ramadan 2026 (diperkirakan mulai 20 Februari), pertanyaan klasik kembali muncul: apakah niat puasa Ramadan harus diucapkan setiap malam atau cukup sekali di awal bulan?
Menurut mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hambali – yang menjadi pegangan mayoritas umat Islam di Indonesia – niat puasa Ramadan cukup dilakukan sekali pada malam pertama Ramadan.

Baca Juga
Cuaca Jakarta Hari Ini: Potensi Hujan Ringan Siang Hingga Sore
Alasannya, puasa Ramadan termasuk ibadah muttasilah (berurutan). Jadi, satu niat di awal mencakup seluruh hari Ramadan selama tidak ada yang membatalkan (seperti haid, nifas, atau bepergian jauh). Lafal niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma jamī‘i syahri ramadhāna hādzihis sanati fardhan lillāhi ta‘ālā”
Namun, mazhab Maliki berpendapat lain: niat wajib diperbarui setiap malam sebelum fajar, sama seperti puasa sunnah atau qadha.
Baca Juga
Kalender Libur Nasional 2026 Resmi Diumumkan, 25 Hari Tanggal Merah!
Pendapat ini juga dipilih sebagian ulama kontemporer seperti Syaikh Al-Utsaimin dan Syaikh Bin Baz, karena hadis Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i).
Praktik terbaik menurut MUI dan fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah:
- Jika mengikuti mazhab Syafi’i (mayoritas Indonesia), cukup niat sekali di awal.
- Jika ingin lebih berhati-hati (ihtiyath), niat setiap malam tetap sah dan lebih afdhal.
- Niat tetap harus ada di hati, ucapan lisan sunnah untuk membantu mengikat niat.
Kesimpulannya, kedua cara sah. Yang terpenting adalah niat ikhlas karena Allah. Jadi, pilih mana yang membuatmu lebih tenang dan konsisten menjalankan ibadah puasa. Ramadan Kareem!
Baca Juga: Arsenal Mulai Dikejar Man City Jelang Tahun Baru, Posisi Puncak Makin Panas











