Pantaunews.co.id, Jakarta, 23 Desember 2025 – Nilai TKA 2025 SMA Jeblok menjadi sorotan utama setelah Kemendikdasmen rilis analisis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025.
Oleh karena itu, kementerian ungkap lemahnya kemampuan analisis siswa sebagai penyebab utama rendahnya skor rata-rata nasional. Selain itu, hasil ini picu evaluasi kurikulum Merdeka. Mari kita ulas detailnya!

Baca Juga
Kapolri Sapa Pemudik & Bagikan Bingkisan Saat Cek Nataru di Stasiun Tawang
Hasil Rata-Rata Nilai TKA 2025 yang Memprihatinkan
Pertama-tama, skor rata-rata TKA Saintek hanya 48,5 dari skala 100. Kemudian, TKA Soshum lebih rendah lagi di angka 45,2. Lebih lanjut, mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris jadi yang paling jeblok dengan skor di bawah 40. Oleh karena itu, Kemendikdasmen sebut ini sinyal darurat sistem pendidikan SMA.
Penyebab Utama: Lemah Analisis dan Literasi
Sekarang, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti, jelaskan bahwa siswa kuat hafalan tapi lemah analisis. Selanjutnya, soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang dominan tak dikuasai. Kemudian, faktor pandemi dan minimnya latihan soal aplikatif turut berkontribusi. Lebih lanjut, siswa daerah terpencil alami gap lebih besar dibanding kota besar.
Baca Juga
Presiden Prabowo Lantik Gina Yoginda sebagai Dubes RI untuk Korea Utara: Perkuat Diplomasi Damai
Langkah Kemendikdasmen Atasi Masalah Ini
Selanjutnya, kementerian rencanakan revisi kurikulum fokus penguatan literasi dan numerasi. Oleh karena itu, program remedial nasional via platform Merdeka Mengajar diperluas. Selain itu, guru akan dilatih intensif untuk terapkan pembelajaran berbasis proyek dan analisis kasus.
Akhirnya, hasil ini jadi momentum perbaikan mutu pendidikan. Singkatnya, nilai TKA 2025 SMA jeblok karena lemahnya kemampuan analisis siswa harus dijadikan pelajaran bersama. Yuk, dukung perbaikan pendidikan dan bagikan pendapatmu!
Baca Juga: 50 Tebak-Tebakan Receh tapi Lucu dan Bikin Ngakak Non-Stop!











