Pantaunews.co.id, Jakarta, 24 Desember 2025 – Pancasila sebagai dasar negara Indonesia lahir melalui proses panjang dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada Mei-Juni 1945. Oleh karena itu, tiga tokoh utama yaitu Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno mengajukan rumusan dasar negara masing-masing.
Selain itu, usulan mereka menjadi bahan diskusi hingga akhirnya dirumuskan menjadi Pancasila lima sila pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI.

Baca Juga
Kasus TPPU Eks Sekretaris MA: Zarof Ricar Blak-blakan
Rumusan Moh. Yamin (29 Mei 1945)
Moh. Yamin mengusulkan lima asas dasar negara secara lisan:
- Peri Kebangsaan
- Peri Kemanusiaan
- Peri Ketuhanan
- Peri Kerakyatan
- Kesejahteraan Rakyat
Dengan demikian, rumusan ini menekankan nilai nasionalisme dan kesejahteraan sosial.
Rumusan Soepomo (31 Mei 1945)
Soepomo mengajukan lima prinsip negara berdasarkan konsep kekeluargaan:
- Kekeluargaan
- Keseimbangan lahir dan batin
- Musyawarah
- Keadilan rakyat
- Persatuan
Lebih lanjut, Soepomo menolak individualisme Barat dan menekankan nilai gotong royong Indonesia.
Baca Juga
Nilai TKA 2025 SMA Jeblok, Kemendikdasmen Ungkap Lemahnya Kemampuan Analisis Siswa
Rumusan Soekarno (1 Juni 1945)
Soekarno dalam pidato bersejarahnya mengusulkan lima sila yang disebut “Pancasila”:
- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
- Mufakat atau Demokrasi
- Kesejahteraan Sosial
- Ketuhanan Yang Maha Esa
Di samping itu, Soekarno menyatakan sila-sila ini bisa dipadatkan menjadi Trisila atau bahkan Ekasila (gotong royong).
Proses Akhir Menuju Pancasila Resmi
Selanjutnya, Panitia Sembilan menyusun Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 yang menggabungkan elemen ketiga rumusan. Akhirnya, pada 18 Agustus 1945, PPKI menetapkan Pancasila sebagai dasar negara dengan redaksi final yang kita kenal sekarang.
Rumusan Pancasila dari Soekarno, Soepomo, dan Moh. Yamin menjadi tonggak sejarah bangsa. Oleh karena itu, memahami perbedaan dan persamaan usulan mereka penting untuk menghargai proses demokrasi awal Indonesia.
Baca Juga: Klasemen Persib Bandung di BRI Liga 1











