Pantaunews.co.id, Jakarta, 30 Januari 2026 – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas dan China-Southeast Asia Sustainable Energy (CSES) resmi menandatangani kerja sama strategis untuk mengembangkan industri kelapa sawit rendah emisi di Indonesia.
Penandatanganan dilakukan di Jakarta, Kamis (9 Januari 2026), dihadiri Menteri PPN / Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan perwakilan CSES.

Baca Juga
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen, Simak Fakta Terbaru!
Tujuan Kerja Sama
Kerja sama ini bertujuan menciptakan model industri kelapa sawit yang ramah lingkungan dengan target utama:
- Nol deforestasi baru pada lahan sawit mulai 2027.
- Pengurangan emisi karbon hingga 70% di sektor sawit pada 2030.
- Adopsi teknologi rendah emisi dari Cina seperti biogas dari limbah tandan kosong dan pengolahan air limbah sawit.
- Peningkatan produktivitas petani kecil melalui bibit unggul dan pelatihan intensif.
Komitmen dan Dukungan
Bappenas menargetkan 30% lahan sawit nasional masuk skema rendah emisi pada 2028. CSES berkomitmen menyediakan transfer teknologi, pendanaan awal US$150 juta, serta pelatihan bagi 50.000 petani sawit di Sumatera dan Kalimantan.
Baca Juga
Apa Itu Link 192.168.1.1? Simak Penjelasan Lengkapnya!
Menteri Suharso Monoarfa menyatakan: “Ini langkah nyata wujudkan sawit berkelanjutan. Kami ingin sawit jadi tulang punggung ekonomi hijau Indonesia tanpa mengorbankan hutan dan iklim.”
Gapki menyambut positif kerja sama ini sebagai solusi riil bagi isu lingkungan sawit. Namun, beberapa LSM lingkungan meminta transparansi dan audit independen agar program tidak jadi greenwashing. Masyarakat menanti implementasi nyata di lapangan.
Kerja sama Bappenas – CSES menjadi harapan baru industri sawit Indonesia menuju rendah emisi dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi dan pendanaan, target nol deforestasi dan emisi rendah 2030 semakin realistis. Pantau terus perkembangan program ini!
Baca Juga: Link Ms Brew Viral TikTok, Fenomena Msbreewc Bikin Heboh Netizen!











