PANTAUNEWS.CO.ID – Harga minyak mentah dunia langsung melemah tajam pada perdagangan Kamis malam (20/3/2026) waktu Indonesia setelah pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Brent crude turun lebih dari 3% ke kisaran US$68–69 per barel, sementara WTI crude AS jatuh ke bawah US$65 per barel.
Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam satu hari sejak awal Maret 2026. Pelaku pasar menilai pidato Netanyahu justru meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga mengurangi premi risiko pasokan minyak.

Baca Juga
RI Matangkan Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Proyek 6 GW Mulai 2035
Isi Pidato Netanyahu yang Bikin Pasar Lega
Dalam pidato dari Yerusalem, Netanyahu menyatakan:
- Israel tidak berniat memperluas operasi militer ke Lebanon atau Suriah dalam waktu dekat.
- Fokus tetap pada Gaza dan pembebasan sandera.
- Sinyal terbuka untuk negosiasi gencatan senjata jangka panjang.
- Tidak ada ancaman langsung terhadap infrastruktur minyak Teluk atau Selat Hormuz.
• Tidak ada ancaman langsung terhadap infrastruktur minyak Teluk atau Selat Hormuz.
Pernyataan ini kontras dengan spekulasi sebelumnya soal eskalasi konflik, sehingga pasar langsung mengurangi premi risiko geopolitik.
Reaksi Pasar dan Analisis
Analis Goldman Sachs menyebut pidato sebagai “sinyal de-eskalasi” yang potong premi risiko 5–7 dolar per barel. Pasar overpriced risiko konflik, sehingga trigger profit-taking besar-besaran.
Baca Juga
Terungkap! Rahasia Bikin Gambar Canggih Pakai Gemini AI Foto, Cobain Sekarang!
Faktor pendukung penurunan: • OPEC+ komitmen produksi stabil tanpa pemotongan baru. • Persediaan minyak AS naik lebih tinggi dari estimasi. • Dolar AS menguat, buat minyak lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
Dampak bagi Indonesia dan Prediksi ke Depan
Penurunan harga minyak positif buat Indonesia sebagai net importir. Harga BBM nonsubsidi berpotensi turun pada penyesuaian April 2026, ringankan subsidi energi APBN.
Namun analis Refinitiv ingatkan volatilitas tetap tinggi. Jika negosiasi gencatan senjata gagal, harga bisa rebound cepat ke US$80–85 per barel.
Pidato Netanyahu jadi pemicu utama anjloknya harga minyak. Pasar lega sementara, tapi Timur Tengah tetap rawan. Pantau terus perkembangan diplomatik untuk arah harga minyak selanjutnya.
Sumber Terpercaya: https://pantaunews.co.id/.











