EkonomiSawit

Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!

×

Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!

Share this article
Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!
Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!

Pantaunews.co.id – Gejolak Timur Tengah memicu guncangan besar di pasar energi global! Harga minyak mentah cetak rekor tertinggi multi-tahun pada Maret 2026.

Oleh karena itu, Brent Crude melonjak hingga US$119,50 per barel dan WTI mencapai US$119,48 per barel dalam perdagangan Senin (9/3/2026). Meskipun demikian, lonjakan ini membawa angin segar bagi komoditas sawit Indonesia dan Malaysia.

Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!
Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!
Baca Juga

Trik Download Video Instagram Pakai Snaptik IG – Mudah & Gratis!

Lonjakan Harga Minyak Mentah Picu Panic di Pasar

Pertama-tama, eskalasi konflik AS-Israel-Iran sejak akhir Februari menyebabkan kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Sehingga, harga minyak Brent naik 14% dalam sehari, sementara WTI melonjak 13% ke level tertinggi sejak 2022. Di samping itu, kenaikan mingguan mencapai 35-36% rekor terbesar sejak 1983. Akibatnya, pasar energi dunia panik, dengan prediksi harga bisa tembus US$150 jika pasokan terhenti lama.

Harga Sawit Ikut Meroket, Berkat Daya Saing Biodiesel

Selain itu, harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia langsung mengikuti tren positif. Kontrak Maret 2026 naik hingga RM4.375 per ton (naik 3,72%), sementara di Indonesia KPBN mencatat kenaikan 1,01% ke Rp14.950 per kg. Sebab, minyak mentah mahal membuat biodiesel berbasis sawit lebih kompetitif dibanding diesel fosil. Oleh karena itu, permintaan biodiesel meningkat di negara dengan mandat biofuel, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga

Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Namun, ini jadi pedang bermata dua bagi Indonesia sebagai pengimpor minyak neto. Beban subsidi BBM dan APBN 2026 (asumsi ICP US$70/barel) berpotensi membengkak, sementara petani sawit untung dari harga ekspor tinggi. Di sisi lain, MPOB Malaysia memprediksi CPO tetap bullish jika minyak mentah stabil di level tinggi.

Dengan demikian, minyak mentah cetak rekor ini membuktikan betapa rapuhnya pasar energi global. Harga sawit meroket memberi peluang ekspor, tapi inflasi dan biaya energi domestik perlu diwaspadai. Pantau terus update apakah ini awal bull run komoditas atau gelembung sementara? Investor dan petani sawit patut bersiap!

Pantau terus Berita terkini https://pantaunews.co.id/.