EkonomiNewsPolitik

TNI Siaga 1! Ini 7 Perintah Panglima TNI Antisipasi Dampak Konflik Global

×

TNI Siaga 1! Ini 7 Perintah Panglima TNI Antisipasi Dampak Konflik Global

Share this article
TNI Siaga 1! Ini 7 Perintah Panglima TNI
TNI Siaga 1! Ini 7 Perintah Panglima TNI

Pantaunews.co.id, Jakarta, 8 Maret 2026 – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status Siaga 1 di seluruh jajaran TNI per 7 Maret 2026 pukul 22.00 WIB.

Keputusan ini diambil menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah (AS-Israel vs Iran) serta ketegangan di Laut China Selatan dan Semenanjung Korea yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Berikut 7 perintah utama Panglima TNI beserta dampak yang diantisipasi.

TNI Siaga 1! Ini 7 Perintah Panglima TNI
TNI Siaga 1! Ini 7 Perintah Panglima TNI
Baca Juga

13 Update Terbaru Perang AS-Israel vs Iran di Timur Tengah, Simak Fakta Lengkapnya!

7 Perintah Panglima TNI dalam Status Siaga 1

  1. Seluruh prajurit TNI wajib berada di satuan masing-masing atau siap dipanggil dalam waktu 2 jam (standby alert).
  2. Meningkatkan kesiapan operasi 24 jam penuh di seluruh Kodam, Koarmada, dan Kohanudnas.
  3. Melakukan pemantauan intensif terhadap lalu lintas kapal dan pesawat asing di wilayah yurisdiksi Indonesia, khususnya Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Natuna Utara.
  4. Menyiapkan satuan tugas gabungan (TNI AL-TNI AU-TNI AD) untuk kemungkinan evakuasi WNI di Timur Tengah dan kawasan konflik.
  5. Memperketat pengamanan objek vital nasional (kilang minyak, pelabuhan, bandara, PLTU, dan infrastruktur energi).
  6. Melakukan simulasi dan latihan gabungan skala kecil di wilayah perbatasan serta jalur strategis maritim.
  7. Meningkatkan koordinasi dengan BIN, Polri, dan Kementerian Luar Negeri untuk intelijen dini dan antisipasi ancaman siber serta terorisme domestik.
Baca Juga

Trik Download Video Instagram Pakai Snaptik IG – Mudah & Gratis!

Dampak Konflik Global yang Diantisipasi TNI

  • Pasokan energi: Penutupan Selat Hormuz dapat menaikkan harga minyak dunia >US$ 120/barel → inflasi BBM dan tarif listrik di Indonesia.
  • Jalur perdagangan: Gangguan Laut Merah & Selat Malaka → kenaikan biaya logistik impor-ekspor hingga 30%.
  • Keamanan maritim: Potensi spillover konflik ke Laut China Selatan → ancaman terhadap ZEE Natuna Utara.
  • Ancaman domestik: Peningkatan radikalisme, hoaks, dan serangan siber terhadap infrastruktur kritis.
  • Evakuasi WNI: Lebih dari 10.000 WNI di Timur Tengah berisiko terjebak jika konflik meluas.

Respons Pemerintah & Masyarakat

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan TNI siap melindungi kedaulatan dan WNI di mana pun. Pemerintah juga menyiapkan skenario kenaikan harga BBM nonsubsidi sambil menjaga subsidi Pertalite dan Solar tetap stabil. Masyarakat diimbau tidak panic buying dan memantau informasi resmi dari Kementerian Pertahanan serta TNI.

Status Siaga 1 bersifat sementara dan dapat diturunkan jika situasi mereda. Pantau terus perkembangan resmi dari Mabes TNI dan Kemhan RI.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Kota Jakarta Hari Ini