NewsPendidikan

BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan Spageti MBG

×

BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan Spageti MBG

Share this article
BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa
BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa

PANTAUNEWS.CO.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permintaan maaf secara resmi setelah 72 siswa di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi spageti program Makan Bergizi (MBG).

72 Siswa Diduga Keracunan

Kejadian ini terjadi di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Sebanyak 72 siswa mengeluh mual, muntah, dan diare setelah makan siang yang disediakan melalui program MBG. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa
BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa
BACA JUGA

Peringatan Dini Tsunami Dampak Gempabumi M7.6 di Malut Dinyatakan Berakhir

BGN Minta Maaf

Kepala BGN, Prof. Dr. Ahmad Syahrul, menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada orang tua siswa dan masyarakat. “Kami sangat menyesal atas kejadian ini. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” ujarnya dalam konferensi pers.

Penyebab Diduga dari Spageti MBG

Hasil pemeriksaan awal menyebutkan bahwa spageti MBG yang disajikan diduga mengandung bahan yang tidak sesuai standar atau mengalami kontaminasi. BGN langsung menghentikan sementara distribusi menu spageti di wilayah tersebut sambil dilakukan investigasi menyeluruh.

BACA JUGA

Kasus Perzinaan Naik Penyidikan, Polisi Panggil Inara Rusli Pekan Depan

Tindak Lanjut Pemerintah

BGN bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan pihak sekolah sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap supplier makanan dan dapur produksi. Sanksi tegas akan diberikan jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaan program MBG.

Kejadian keracunan massal siswa ini menjadi tamparan keras bagi program Makan Bergizi pemerintah. BGN berjanji akan memperbaiki sistem pengawasan dan sanitasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Masyarakat menanti langkah konkret dan transparan dari pemerintah.

Sumber Terpercaya: https://pantaunews.co.id/