PANTAUNEWS.CO.ID — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengkritik kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap Jumat. Menurut JK, penghematan BBM yang menjadi alasan utama kebijakan tersebut justru ironis karena pelayanan publik menjadi lambat dan tidak efisien.
Kritik Keras Jusuf Kalla
Dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Jusuf Kalla menyatakan bahwa WFH ASN setiap Jumat justru menimbulkan ironi. “Katanya untuk hemat BBM, tapi pelayanan publik jadi lambat. Orang datang ke kantor tapi pegawainya tidak ada. Ini namanya miskalkulasi,” ujar JK.

BACA JUGA
Puan Ingatkan WFH ASN Tiap Jumat Jangan Perlambat Pelayanan Publik
Miskalkulasi Efisiensi BBM
Jusuf Kalla menilai hitungan penghematan BBM dari kebijakan WFH terlalu sederhana. Menurutnya, meski ada penghematan bahan bakar, kerugian yang timbul akibat lambatnya pelayanan publik jauh lebih besar. “Efisiensi BBM itu kecil, tapi dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat dan produktivitas birokrasi sangat besar,” tambahnya.
Respons Pemerintah
Hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian PANRB masih mempertahankan kebijakan WFH ASN setiap Jumat. Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengatakan kebijakan ini tetap dievaluasi secara berkala untuk menyeimbangkan antara kesejahteraan ASN dan kualitas pelayanan publik.
BACA JUGA
Amsal Sitepu Divonis Bebas, Momentum Melindungi Pekerja Ekonomi Kreatif
Reaksi di Kalangan ASN dan Masyarakat
Sebagian ASN mendukung kebijakan WFH karena dianggap meringankan beban transportasi dan memberi waktu untuk keluarga. Namun, banyak masyarakat yang mengeluh karena antrean pelayanan menjadi lebih panjang dan respons terhadap pengaduan melambat setiap Jumat.
Kritik Jusuf Kalla terhadap kebijakan WFH ASN membuka perdebatan baru tentang efektivitas program tersebut. Meski bertujuan menghemat BBM dan mengurangi kemacetan, ironisnya justru pelayanan publik yang menjadi korban. Pemerintah diminta segera mengevaluasi kebijakan ini agar tidak merugikan masyarakat.
Sumber Terpercaya: https://pantaunews.co.id/











