PANTAUNEWS.CO.ID – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan sebesar Rp5 miliar dalam polemik keaslian ijazah Presiden Joko Widodo.
JK menyebut tuduhan tersebut sebagai “penghinaan” baginya. Ia menyatakan tidak pernah memberikan dana dalam bentuk apapun untuk mendukung upaya pengujian ijazah Jokowi.

BACA JUGA
Video Viral Seorang Pilot F-15 AS yang Ditangkap Iran Ternyata Ini Faktanya
Pernyataan Lengkap Jusuf Kalla
“Saya katakan dengan tegas, itu tidak benar. Saya tidak pernah mendanai Roy Suryo atau siapa pun dalam urusan ijazah ini,” tegas JK di kediamannya, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut, JK mengungkapkan bahwa tuduhan ini sangat meresahkan dan merugikan nama baiknya. “Ini penghinaan bagi saya,” katanya dengan nada kesal.
Latar Belakang Tuduhan
Tuduhan ini bermula dari pernyataan seorang ahli digital forensik yang menyebut JK memberikan dana Rp5 miliar untuk mendukung Roy Suryo cs dalam mempersoalkan ijazah Presiden Jokowi. Tuduhan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.
Oleh karena itu, JK memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Kuasa hukumnya telah melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong.
BACA JUGA
Polres Purwakarta Mendalami Kasus Penganiayaan Maut Pemilik Hajatan
Sikap JK terhadap Polemik Ijazah
JK menegaskan bahwa ia tidak ingin polemik ijazah terus berlarut-larut karena hanya akan meresahkan masyarakat. “Lebih baik fokus pada pembangunan dan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Meskipun demikian, ia tetap mendukung agar kebenaran diusut secara hukum agar tuduhan yang tidak benar tidak terus beredar.
Hingga 8 April 2026, laporan JK ke Bareskrim Polri masih dalam proses. Sementara itu, tuduhan Rp5 miliar tersebut terus menjadi bahan perbincangan di media sosial. JK berharap kasus ini segera mendapatkan kejelasan agar nama baiknya tidak terus tercoreng.
Sumber Terpercaya: https://pantaunews.co.id/











