PANTAUNEWS.CO.ID — Korea Volleyball Organization (KOVO) mengumumkan perubahan regulasi signifikan menjelang musim V-League 2026/2027. Perubahan terbesar adalah sistem perekrutan pemain kuota Asia yang beralih dari mekanisme draft dan tryout menjadi sistem Free Agent (kontrak bebas).
Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan Direksi KOVO untuk meningkatkan kualitas kompetisi dan menarik pemain berkualitas lebih tinggi dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

BACA JUGA
Aplikasi DANA Bagikan Saldo Gratis Rp50.000 Lewat Fitur Dana Kaget, Simak Ini Caranya
Isi Perubahan Regulasi KOVO
Mulai musim 2026/2027, klub V-League tidak lagi wajib mengikuti tryout untuk merekrut pemain Asia. Klub dapat langsung bernegosiasi dan menawarkan kontrak kepada pemain yang diinginkan sebagai free agent, asal masih mematuhi batas gaji (salary cap) yang ditetapkan.
Detail salary cap untuk pemain Asia kuota:
- Pria: US$120.000 (tahun pertama) dan US$150.000 (tahun kedua)
- Wanita: US$150.000 (tahun pertama) dan US$170.000 (tahun kedua)
KOVO juga memberlakukan sanksi berat jika ada pelanggaran, seperti pembayaran di bawah meja (kickback). Klub yang melanggar bisa kehilangan hak kuota Asia untuk musim berikutnya, sementara pemain bisa didepak dari liga.
Alasan KOVO Mengubah Regulasi
KOVO menyatakan bahwa sistem tryout sebelumnya sulit menarik pemain top Asia dan sering kali menghasilkan pemain dengan performa kurang memuaskan. Dengan sistem Free Agent, klub diharapkan bisa merekrut pemain berkualitas lebih tinggi, sehingga meningkatkan daya saing liga secara keseluruhan.
Perubahan ini juga diharapkan memberikan peluang lebih besar bagi pemain Asia, termasuk pevoli Indonesia seperti Megawati Hangestri, untuk bergabung dengan klub Korea tanpa harus melalui proses tryout yang ketat.
BACA JUGA
Berapa Biaya Perpanjang SIM C, Simak Apa Saja Syaratnya?
Dampak bagi Pemain Indonesia
Perubahan regulasi ini dinilai positif oleh banyak pihak di Indonesia. Pemain Asia kini lebih leluasa untuk bernegosiasi langsung dengan klub, sehingga potensi gaji dan durasi kontrak bisa lebih baik. Namun, klub tetap harus mematuhi batas gaji maksimal yang ditetapkan KOVO.
Pada musim 2027/2028, sistem Free Agent ini akan diperluas ke seluruh pemain asing, bukan hanya kuota Asia.
Penjelasan Tambahan
KOVO menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan menciptakan kompetisi yang lebih adil dan berkualitas tinggi. Klub tetap diwajibkan melaporkan kontrak secara resmi agar tidak terjadi pelanggaran salary cap.
Pemain yang sudah bermain di V-League musim sebelumnya tetap memiliki prioritas tertentu, tetapi mekanisme utama perekrutan baru adalah negosiasi langsung sebagai free agent.
Komunitas voli Indonesia menyambut baik keputusan KOVO ini karena membuka peluang lebih besar bagi pevoli Tanah Air untuk berkarier di liga yang kompetitif.
Sumber terpercaya: https://pantaunews.co.id/.











