PANTAUNEWS.CO.ID – Moody’s Investors Service mempertahankan peringkat kredit utang sovereign Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil. Pengumuman ini mencerminkan kepercayaan lembaga rating internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap resilien di tengah dinamika global.
Dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Rabu (22 April 2026), Moody’s menilai bahwa Indonesia memiliki ketahanan fiskal yang baik, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta cadangan devisa yang memadai. Peringkat Baa2 ini menempatkan Indonesia pada kategori investment grade dengan dua tingkat di atas junk bond.

BACA JUGA
Google Bocorkan Siri Baru dengan Gemini, iOS 27 Siap Hadir!
Alasan Moody’s Pertahankan Rating
Moody’s menyebutkan beberapa faktor pendukung utama, antara lain:
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat di kisaran 5 persen
• Disiplin fiskal pemerintah yang terus dijaga
• Diversifikasi ekonomi yang semakin baik
• Cadangan devisa yang berada pada level aman
• Reformasi struktural yang terus berlanjut
Outlook Stabil dari Moody’s
Lembaga rating asal Amerika Serikat ini juga mempertahankan outlook stabil untuk Indonesia. Menurut Moody’s, risiko penurunan rating relatif terkontrol meski ada tekanan dari pelemahan rupiah dan ketidakpastian global. Namun, potensi kenaikan rating masih terbuka jika reformasi fiskal dan investasi semakin agresif.
BACA JUGA
Hiburan Alternatif 111.90.150.188, Kominfo Imbau Masyarakat Waspada!
Respons Pemerintah Indonesia
Kementerian Keuangan menyambut baik keputusan Moody’s. Menteri Keuangan menyatakan bahwa peringkat ini menjadi bukti kepercayaan investor internasional terhadap pengelolaan ekonomi Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga disiplin fiskal dan mempercepat reformasi struktural guna meningkatkan peringkat kredit di masa mendatang.
Dengan peringkat Baa2 dan outlook stabil dari Moody’s, Indonesia semakin dipercaya pasar keuangan global. Posisi ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menarik investasi asing dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global. Sumber: https://pantaunews.co.id/











