News

Sirkuit MotoGP Buriram Jadi Tempat Penampungan Ribuan Pengungsi Thailand-Kamboja

50
×

Sirkuit MotoGP Buriram Jadi Tempat Penampungan Ribuan Pengungsi Thailand-Kamboja

Sebarkan artikel ini
Sirkuit MotoGP Buriram Jadi Tempat Penampungan Ribuan Pengungsi Thailand-Kamboja
Sirkuit MotoGP Buriram Jadi Tempat Penampungan Ribuan Pengungsi Thailand-Kamboja

Pantaunews.co.id, 28 Juli 2025Chang International Circuit di Buriram, Thailand, yang terkenal sebagai tuan rumah MotoGP sejak 2018. Kini beralih fungsi menjadi pusat evakuasi darurat akibat konflik bersenjata Thailand-Kamboja.

Lebih dari 8.000 warga dari empat subdistrik di Distrik Ban Kruat, Provinsi Buriram, telah di evakuasi ke sirkuit ini sejak Kamis (24/7) untuk perlindungan dari pertempuran di perbatasan Ta Muen Thom dan Preah Vihear.

Sirkuit MotoGP Buriram Jadi Tempat Penampungan Ribuan Pengungsi Thailand-Kamboja
Sirkuit MotoGP Buriram Jadi Tempat Penampungan Ribuan Pengungsi Thailand-Kamboja
Baca Juga

Indonesia Dukung Gencatan Senjata Thailand-Kamboja: Langkah Menuju Perdamaian

Dengan demikian, fasilitas balap ini menjadi penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Konflik, yang di picu sengketa wilayah bersejarah, telah menewaskan 33 orang, termasuk 20 warga Thailand (14 sipil, 6 tentara) dan 13 warga Kamboja (8 sipil, 5 tentara). Serta memaksa 168.000 orang mengungsi, menurut laporan Bangkok Post dan The Khmer Times.

Baca Juga

Ms Brew Viral: Kolab Gaming Cici Bikin Heboh Asia Tenggara!

Tribun penonton di sulap jadi tempat istirahat, sementara area paddock di gunakan untuk dapur umum dan distribusi logistik. “Kami berharap krisis ini segera berakhir,” ujar pengelola sirkuit, seperti di kutip Pantaunews.co.id.

Pemerintah Thailand, bersama UNHCR dan Palang Merah, menyediakan bantuan medis dan makanan di sirkuit. Namun, MotoGP belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak konflik terhadap kalender balap 2026, yang menjadikan Buriram tuan rumah seri pembuka pada 1 Maret.

Ramai membahas via tagar #ThailandCambodia, memuji respons kemanusiaan sirkuit, meski khawatir soal masa depan balapan. Oleh karena itu, gencatan senjata yang di mediasi Malaysia menjadi harapan untuk kembalikan stabilitas.

Baca Juga : Perang Thailand-Kamboja Mengancam Meluas: Pelajaran dari Konflik Indonesia-Malaysia